Review Laga Menentukan MU dan Southampton

Babak final EFL Cup sudah berakhir. Yang jadi pemenang adalah kubu MU dengan skor 3-2 mengandaskan harapan Southampton. Hiruk pikuk perayaan kemenangan ini masih terasa hingga sekarang khususnya di jejaring sosial. Fenomena perayaan kemenangan MU ini sangat wajar karena ini adalah pengalaman perdana mereka meraih trofi pertama dari Jose Mourinho yang sudah didapuk sebagai manajer baru MU.

Gol diciptakan oleh Ibrahimovic dengan dua kali skor yang dijebloskan ke gawang lawan. Sementara gol satunya dicetak oleh Jesse Lingard. Sementara dari kubu Southampton atau Soton menunjukkan penampilan yang tak kalah apik, khususnya karena dua gol yang diciptakan oleh satu pemainnya Manolo Gabbiadini. Mengapa MU bisa menang dan bagaimana Soton bisa terjerumus pada kegagalan? Untuk itulah perlu kita lakukan review mumpung masih hangat gegap gempita perayaan kemenangan MU di ajang EFL Cup ini.

Blunder Puel dari Penggantian Manolo Gabbiadini

Sudah bagus-bagus Manolo Gabbiadini mencetak dua gol hingga pada menit ke-83, ia ditarik keluar oleh Puel. Entah apa yang ada dalam pikiran sang pelatih ini. Padahal, usai mencetak dua gol itu, Manolo Gabbiadini justru sedang dalam kondisi yang sangat bagus dan semakin tajam menusuk pertahanan lawan. Akibatnya bisa ditebak. Hanya selang empat menit, Ibrahimovic melesatkan satu gol ke gawangnya. Dan lagi-lagi Puel melakukan pergantian pemain. Davies dikeluarkan untuk digantikan oleh Rodriguez. Tapi tak ada hasil yang baik dari keputusan tersebut.

Kegagalan Lini Belakang MU

MU memang sukses bermain dan menang di pertandingan ini. Mau bagaimanapun, mereka sudah menang besar dan sukses menggotong trofi. Tapi kalau diamati lebih mendalam, ternyata ada beberapa hal yang justru menunjukkan kelemahan formasi MU. Bukti paling faktual adalah jumlah gol yang mereka sendiri kecolongan. Dua kali kebobolan oleh Soton. Terutama pada bagian tengah yang nampak lemah karena beberapa kali serangan MU tumpul dan berhenti di bagian tersebut. Oleh karena itu, nampak sekali celah yang sepertinya dimanfaatkan dengan baik oleh Manolo Gabbiadini.

Faktor Ibra sebagai Pemain Kunci

Tak disangkal bahwa penampilan Ibrahimovic sangat menonjol selain Manolo Gabbiadini dari Soton. Ia berhasil mencetak gol hanya dari tendangan bebas sebelum memasuki menit ke-20. Akurasi dan kekuatan tendangannya saat itu sudah terbukti dan mengakibatkan kesulitan bagi penjaga gawang Soton. Pemain yang dibeli dengan status bebas transfer ini ternyata menciptakan keajaiban yang memukau kedua belah kubu. Sekaligus membuktikan dirinya sebagai pemain dengan mental juara.

Ada lagi yang bisa ditemukan selama pertandingan tersebut. Yaitu bagaimana pelatih Puel ternyata bisa membaca strategi MU. Walaupun ia melakukan blunder dengan mengeluarkan Manolo Gabbiadini, tapi ia sangat taktis dan cermat dalam membaca kekuatan lawan di atas lapangan hijau. Di babak pertama, strateginya mampu mematahkan gerak dari Juan Mata yang sudah digadang-gadang menjadi pengatur serangan. Pelatih ini menginstruksikan kepada Romeu dan Davis untuk selalu menjaga pemain tersebut dan jangan sampai terlepas. Saat ini, kekuatan MU adalah memantapkan lapisan pertahanan. Buktinya adalah catatan statistik dari minimnya gol yang disarangkan oleh lawan ke gawang mereka. Tapi dalam pertandingan ini ada yang berbeda. Faktanya, Manolo Gabbiadini sebenarnya sudah mencetak tiga gol, namun salah satunya dianulir karena offside. Jadi, ada celah yang bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Manolo Gabbiadini dan meluncur bebas meski akhirnya terperangkap jalur offside.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*